
Dahulu
Aku hanyalah logam mentah yang tak cantik dan tak menarik
Hidup terasing
Di bawah dunia yang gelap
Bersama bumi yang kaku dan kotor
Selalu aku bertanya pada diri
Sampai selamanyakah aku begini?
Takdir yang tersurat
Memisahkan aku dari kehidupan yang silam
Digali dan diasing dari kotoran-kotoran bumi
Dicuci dari karat-karat yang teroksida
Ditempa dengan api yang hangat dan kadang-kala terlalu hangat
Dan air yang sejuk dan kadang-kala terlalu sejuk
Berhari, berminggu, berbulan, bertahun
Ah.. aku tak mampu menghitung masa lagi
Aku akui aku sangat keras dan liat
Sangat sukar untuk dibentuk
Kadang-kala dapat dibentuk
Tapi sang angin cepat saja mencemarkan permukaan tubuhku
Terpaksa si penempa menghakis karat-karat itu
Dan terus menempa
Ding.. ding.. ding...
Aduhai…
Tersentuh sekali aku dengan sang penempa
Tak pernah sekali bersungut
Tetap tekun menempa
Saat berganti minit, minit berganti jam, jam berganti hari, hari berganti bulan, bulan berganti tahun
Akhirnya aku menjadi sebilah pedang...
No comments:
Post a Comment